Ini Yang Terjadi Jika Obat Tidur Dikonsumsi Dalam Jangka Waktu Lama

Memang benar, dokter menyarankan mengkonsumsi obat tidur jika memang mengalami masalah sulit tidur yang tidak bisa diatasi dengan cara alami. Namun walau direkomendasikan, tentunya mengkonsumsi obat tidur dalam jangka waktu lama sangat tidak dianjurkan.


Berdasarkan beberapa penelitian mengungkapkan efek samping penggunaan obat tidur dapat meningkatkan resiko kematian sebesar 3,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi. Nah mengerikan bukan? Oleh karena itu silahkan simak ulasan lebih detail mengenai dampak penggunaan obat tidur yang dikonsumsi dalam jangka panjang.

Gejala Yang Dapat Ditumbulkan Dari Penggunaan Obat Tidur
  • Mulut kering
  • Menyebabkan rasa ngantuk di keesokan hari
  • Kebingungan
  • Pelupa
  • Pusing dan sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sembelit
  • Mengalami insomnia lanjutan
Dampak obat tidur jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama

Obat tidur menyebabkan ketergantungan (candu)
Penggunaan obat tidur yang berkepanjangan atau dalam jangka waktu yang lama, menyebabkan pemakainya mengalami ketergantungan terhadap konsumsi obat tidur tersebut. Pengguna tidak bisa tidur apabila sekali saja tidak mengonsumsi obat tidur. Hal ini tentu akan mengganggu kesehatan mereka.

Obat tidur menyebabkan munculnya gejala lain
Penggunaan obat tidur dalam jangka waktu yang panjang, mengakibatkan timbulnya masalah-masalah kesehatan apabila suatu saat Anda berhenti mengonsumsiobat tidur. Permasalahan yang sering terjadi adalah seperti keringat, mual, serta tubuh gemetaran.

Menyebabkan Gangguan Mental
Semakin lama Anda mengonsumsi obat tidur, maka semakin banyak pula bahaya yang dapat ditimbulkan. Konsumsi obat tidur dalam jangka waktu yang panjang, bisa mengakibatkan gangguan mental seperti kebingungan dan berkurangnya kemampuan berpikir keesokan harinya.

Sesak Nafas
Penggunaan obat tidur dapat mengganggu kesehatan tubuh, terlebih bagi mereka yang memiliki penyakit asma atau sesak nafas. Penggunaan obat tidur bagi penderita asma dapat membuat mereka bernafas secara lebih lamban dan pelan.

Parasomnia
Penggunaan obat tidur juga dapat menyebabkan parasomnia, yaitu kondisi setangah sadar namun dalam keadaan tidur, sehingga mereka kerapkali berjalan sambil tidur. Penggunaan obat tidur dalam jangka waktu panjang, juga dapat menyebabkan gejala amnesia atau hilang ingatan.

Reaksi Elergi
Penggunaan obat tidur dalam jumlah yang banyak dan dalam jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan seseorang mengalami reaksi elergi yang parah, seperti pembengkakan pada wajah


Perubahan Perilaku
Mereka yang terbiasa mengonsumsi obat tidur cenderung memiliki perilaku yang labil, mudah marah, serta perubahan suasana hati secara tiba-tiba.

Resiko terkena Kanker dan Kematian Dini
Penggunaan obat tidur secara terus menerus dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit kanker. Bahkan berdasarkan penelitian BMJ Open, mengungkapkan bahwa resiko kematian dapat meningkat seiring jumlah konsumsi obat tidur yang digunakan. Hal ini berpotensi menyebabkan kematian dini pada para pengguna obat tidur.

( Baca Juga : Cara Menggunakan Teh Basi Sebagai Obat Pembesar Penis )

Selain mengonsumsi obat tidur, kebanyakan orang juga mengonsumsi berbagai jenis obat lain yang memiliki fungsi yang sama yaitu menenangkan. Obat penenang, atau anti depresan yang biasa mereka konsumsi, juga dapat menimbulkan efek samping yang mengganggu kesehatan tubuh.
Itulah hal-hal yang akan terjadi apabila Anda mengonsumsi obat tidur dalam jangka waktu yang lama. Oleh sebab itu, penggunaan obat tidur harus sesuai dengan anjuran dokter. Maka dari itu Pilihlah jenis obat tidur yang tidak menimbulkan ketergantungan, sehingga Anda dapat menghentikan penggunaannya ketika sudah tidak mengalami gangguan tidur. Atau bisa juga dengan membuat sendiri ramuan obat tidur alami dengan memanfaatkan tumbuhan herbal. Semoga bermanfaat.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Ramuan Obat Kuat dari Bahan Alami

Ini Keuntungannya Jika Mengkonsumsi Obat Perangsang

Manfaat Alat Bantu Sex untuk Kesehatan Manusia